BELAJAR DARI MASA PERLAMBATAN
DARI ABRAHAM
Menurut khotbah tersebut, musim perlambatan adalah sebuah fase yang diizinkan Tuhan terjadi sebelum seseorang mengalami percepatan ilahi (pertolongan atau terobosan yang cepat dari Tuhan). Dalam proses pendewasaan iman, musim perlambatan memiliki makna dan tujuan yang sangat penting, antara lain:
- Menguji dan Memurnikan Iman: Musim perlambatan bertujuan untuk menguji apakah seseorang tetap teguh berpegang pada Tuhan dan janji-Nya meskipun pertolongan-Nya seolah-olah terlambat.
- Mendewasakan Kerohanian: Waktu penantian ini secara langsung mendewasakan iman dan kerohanian jemaat.
- Menguduskan Kehidupan: Tuhan mengizinkan fase perlambatan karena Ia ingin menguduskan umat-Nya terlebih dahulu.
- Menguji Kesetiaan pada Perkara Kecil: Masa ini menjadi ujian untuk melihat apakah seseorang tetap setia mengerjakan perkara-perkara kecil dengan baik.
- Mempersiapkan Diri untuk Perkara Besar: Jika seseorang lulus dari ujian di musim perlambatan ini, Tuhan sedang mempersiapkannya untuk menerima kepercayaan dan hal-hal yang jauh lebih besar.
- Membawa pada Penyerahan Total: Tuhan sering kali menunggu sampai kekuatan dan usaha manusia benar-benar "habis" atau tidak berdaya, dan di titik itulah Tuhan baru mulai bekerja untuk membawa umat-Nya ke musim yang baru agar kemuliaan-Nya dinyatakan.
- Mendorong Roh yang Aktif (Kuafa): Di masa penantian ini, Mempersiapkan Diri untuk Perkara Besar jemaat diajarkan untuk tidak bersikap pasif atau menyerah, melainkan rohnya harus aktif mengikatkan diri dan menyatu dengan Roh Tuhan, firman-Nya, dan hadirat-Nya.
Melalui proses ini, seperti halnya Abraham yang menanti selama 24 tahun, jemaat diajak untuk menaruh beban hidup sepenuhnya kepada Tuhan dengan rasa aman dan tenteram, percaya bahwa Tuhan sanggup menopang dan menepati janji-Nya pada waktu yang tepat.
Komentar
Posting Komentar