Janji Tuhan yang Tidak tergoyahkan


Ibadah Minggu Sore

15 Maret 2026

Pdt. Abednego - GPIm Rehobot Solo

JANJI TUHAN TIDAK TERGOYAHKAN


Resesi akan membuat ujian bagi kita

Kehidupan Rohani, Pola hidup, iman.

Jangan gelisah kata Yesus.

Penderitaan justru akan memberikan kemuliaan bagi anak-anak Tuhan.

Pertolongan Tuhan kita ingin cepat-cepat, tidak pakai lama. 


Musim perlambatan bertujuan

Menguji iman, memurnikan, mempersiapkan kita menerima hal-hal besar, mengkuduskan terlebih dahulu, setia dalam perkara-perkara kecil.

Kita harus mengalami musim perlambatan ini.

ABRAHAM mengalami musim perlambatan menerima anak.

Roma 4:18-21 (TB)  Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." 

Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. 

Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah,

dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. 

Kapan kita merasa habis, saat itu awal Tuhan mulai bekerja pada musim yang baru.


Kejadian 15:5-6 (TB)  Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." 

Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.  

Percayalah = (ibrani) merasa aman, tenteram sehingga dia berani bersandar, pasrah seperti bayi di gendongan ibunya.

Yesaya 40:31 (TB)  tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. 

ABRAHAM dalam penantian 'Rohnya aktif', begitu juga kita dalam penantian roh kita harus aktif.

Roma 4:20-22 (TB)  Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah,

dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. 

Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran. 

Abraham juga manusia yang tidak sempurna, tetapi kepada Allah dia percaya.

Roma 4:23-24 (TB)  Kata-kata ini, yaitu "hal ini diperhitungkan kepadanya," tidak ditulis untuk Abraham saja, 

tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kita pun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati,

Allah melihat hati Abraham, bukti kesetiaan Tuhan, Tuhan tidak pernah berdusta.

Iman bukan percaya TUHAN bawa Dia mau melakukan apa yang kita mau, Iman adalah percaya kita akan aman dan menemukan ketentraman kalau kita bersandar kepada Tuhan dengan sepenuh hati, karena TUHAN sangat  tau apa yang akan dilakukan untuk kita yang terbaik.






Komentar