DOA PAGI
Rabu, 4 Februari 2026
Purwo Juliantoro
Berakar dalam Kristus
Kolose 2:6-7 (TB) Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.
Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.
Setiap orang ingin hidup yang kuat, stabil, dan bertumbuh. Namun kenyataannya, banyak orang percaya yang mudah goyah—oleh masalah, oleh tekanan hidup, bahkan oleh ajaran yang kelihatannya rohani tetapi menjauhkan dari Kristus.
Rasul Paulus menulis kepada jemaat Kolose yang hidup di tengah situasi seperti itu. Kota Kolose bukan kota besar lagi, dan jemaatnya hidup di tengah pengaruh dunia yang kuat. Karena itu Paulus memberi nasihat yang sangat penting:
“Kamu telah menerima Kristus Yesus sebagai Tuhan. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia, berakar di dalam Dia, dibangun di atas Dia dan bertambah teguh dalam iman.” (Kol. 2:6–7)
Hari ini kita belajar: apa artinya berakar dalam Kristus, mengapa itu penting, dan bagaimana kita mempraktikkannya.
Latar Belakang Jemaat Kolose
Jemaat Kolose hidup di wilayah Asia Kecil, di bawah kekuasaan Romawi. Mereka menghadapi ajaran campuran:
filsafat Yunani yang mengagungkan hikmat manusia
legalisme Yahudi yang menekankan aturan lahiriah
mistisisme yang mencari pengalaman rohani tanpa Kristus
Paulus tidak berkata, “Belajarlah semua ajaran itu supaya seimbang.”
Sebaliknya, Paulus berkata: berakarlah di dalam Kristus!
Karena iman yang tidak berakar kuat akan mudah roboh, sama seperti pohon yang akarnya dangkal.
“Berakar dalam Kristus”
1. Kristus sebagai satu-satunya dasar iman
Berakar berarti hidup kita tertanam dalam Kristus, bukan dalam:
tradisi gereja semata
pengalaman rohani pribadi
tokoh rohani atau manusia
Kristus bukan tambahan dalam hidup kita—Dia adalah pusatnya.
Akar bertumbuh ke dalam, bukan ke luar
Akar pohon tidak terlihat, tetapi menentukan kekuatan pohon.
Demikian juga kehidupan rohani:
Doa pribadi
Firman Tuhan
Ketaatan dalam keseharian
Semua itu membentuk akar iman yang dalam.
Akar yang kuat menghasilkan pertumbuhan dan buah
Paulus berkata: “dibangun di atas Dia dan bertambah teguh dalam iman.”
Orang yang berakar dalam Kristus:
tidak mudah kecewa
tidak cepat meninggalkan iman
menghasilkan buah karakter Kristus (Kolose 3)
Tantangan Jemaat Masa Kini
Jemaat hari ini menghadapi tantangan yang mirip dengan Kolose:
banyak suara rohani di media
ajaran instan tanpa salib
iman yang hanya kuat saat keadaan baik
Pertanyaannya:
👉 Apakah kita sungguh berakar dalam Kristus, atau hanya berdaun?
Iman yang hanya di permukaan akan layu saat badai datang.
Cara Praktis Berakar dalam Kristus
Tinggal dalam Firman Tuhan
Firman adalah nutrisi akar iman (Mazmur 1:1–3).
Doa pujian dan penyembahan
2. Hidup dalam persekutuan yang sehat
Akar iman bertumbuh dalam komunitas orang percaya.
Taat dalam kehidupan sehari-hari
Ketaatan kecil menghasilkan akar yang kuat.
Bersyukur dalam segala hal
Paulus menutup Kolose 2:7 dengan: “hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.”
“Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.”
— Kolose 2:7 (TB)

Komentar
Posting Komentar