DOA Pagi.
Sabtu, 6 Desember 2025.
Pdt. Thomas Sugeng.
Ukuran sejati kehidupan rohani bukan sekedar pengetahuan TAPI kasih yang terwujud nyata (Tidak menjadi batu sandungan dan membangun sesama).
1 Korintus 8:2 (TB) Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu "pengetahuan", maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya.
Kasih kepada Allah diukur dengan Kasih yang sejati, bukan pengetahuan.
1 Korintus 8:3 (TB) Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah.
Apa yang kita lakukan harus melalui pertimbangan terutama kasih, supaya tidak menjadi sandungan bagi yang lain.
1 Korintus 8:4-6 (TB) Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa."
Sebab sungguhpun ada apa yang disebut "allah", baik di sorga, maupun di bumi — dan memang benar ada banyak "allah" dan banyak "tuhan" yang demikian —
namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
Kepentingan pribadi tidak boleh menjadi batu sandungan/menghambat pertumbuhan bagi iman orang lain (yang memiliki pengetahuan yang berbeda).
1 Korintus 8:7-8 (TB) Tetapi bukan semua orang yang mempunyai pengetahuan itu. Ada orang, yang karena masih terus terikat pada berhala-berhala, makan daging itu sebagai daging persembahan berhala. Dan oleh karena hati nurani mereka lemah, hati nurani mereka itu dinodai olehnya.
"Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan."
Keselamatan orang lain lebih penting dari pada kebebasan pribadi.
1 Korintus 8:9 (TB) Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.
Mengasihi Allah tidak terpisah dengan mengasihi sesama.
1 Yohanes 4:20 (TB) Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.

Komentar
Posting Komentar